> Berita > Fahutan USU dan Ditjen KSDAE Perkuat Kolaborasi Restorasi Ekosistem untuk Dukung FOLU Net Sink 2030
Fahutan USU dan Ditjen KSDAE Perkuat Kolaborasi Restorasi Ekosistem untuk Dukung FOLU Net Sink 2030
Dipublikasi Pada
12 Mei 2026
Dipublikasi Oleh
Wanda Afnes Rahmatika, S.Hut
Thumbnail Fahutan USU dan Ditjen KSDAE Perkuat Kolaborasi Restorasi Ekosistem untuk Dukung FOLU Net Sink 2030
Fakultas Kehutanan USU menerima kunjungan Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian Kehutanan dalam rangka penguatan kolaborasi penyusunan rencana aksi konservasi dan restorasi ekosistem prioritas di Mandailing Natal, Sumatera Utara. Kegiatan ini mendukung target SDGs dan FOLU Net Sink 2030 melalui pengelolaan lanskap berkelanjutan berbasis sains dan kolaborasi multipihak.
HUMAS FAHUTAN — Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) memperkuat sinergi dengan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Kehutanan, dalam upaya mendukung konservasi dan restorasi ekosistem berkelanjutan di Sumatera Utara.
Penguatan kolaborasi tersebut ditandai melalui kunjungan kerja yang berlangsung pada Selasa (12/05/2026) di Fakultas Kehutanan USU. Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Kehutanan USU, Prof. Dr. Arida Susilowati, S.Hut., M.Si., Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Kealumnian, Dr. Ir. Tito Sucipto, S.Hut., M.Si., IPU., ASEAN Eng., Wakil Dekan Bidang Administrasi, Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Infrastruktur Akademik, Dr. Ir. Luthfi Hakim, S.Hut., M.Si., IPU., ASEAN Eng., serta Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Internasionalisasi, Dr. Anita Zaitunah, S.Hut., M.Sc.
Turut hadir perwakilan Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian Kehutanan, yakni Darmawan dan I Wayan Gede Mandyasa.
Pertemuan tersebut membahas rencana penyusunan Rencana Aksi Konservasi, Restorasi, dan Pengelolaan Berkelanjutan Ekosistem Prioritas yang Terdegradasi di Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara.
Program ini menjadi bagian dari implementasi proyek Strengthening Sustainability in Commodity and Food Systems, Land Restoration and Land Use Governance through Integrated Landscape Management for Multiple Benefits in Indonesia (FOLUR) yang didukung oleh United Nations Development Programme, Food and Agriculture Organization, serta didanai oleh Global Environment Facility.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian Kehutanan bertindak sebagai salah satu executing agency proyek FOLUR di Indonesia. Program tersebut saat ini dijalankan di lima provinsi dan lima kabupaten percontohan, termasuk Kabupaten Mandailing Natal di Sumatera Utara.
Sejumlah agenda strategis turut dibahas dalam kegiatan tersebut, meliputi identifikasi dan pemetaan kawasan prioritas konservasi berbasis GIS, penyusunan zonasi perlindungan dan pemanfaatan berkelanjutan, analisis kebijakan restorasi ekosistem, perlindungan flora dan fauna, rehabilitasi kawasan hutan, hingga pengembangan mekanisme insentif bagi masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Selain fokus pada konservasi, program ini juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengembangan agroforestri, hasil hutan bukan kayu, dan ekowisata berbasis keberlanjutan. Program FOLUR sendiri didukung melalui alokasi anggaran sebesar Rp1.130.674.000.
Fakultas Kehutanan USU dinilai memiliki kapasitas akademik dan sumber daya yang mendukung implementasi program tersebut. Dukungan tenaga pengajar dengan kompetensi di bidang konservasi keanekaragaman hayati, rehabilitasi hutan dan lahan, penginderaan jauh dan sistem informasi geografis (SIG), perubahan iklim, sosial kehutanan, hingga pengelolaan lanskap berkelanjutan menjadi kekuatan penting dalam mendukung pengembangan kajian ilmiah dan solusi berbasis sains.
Melalui kolaborasi ini, Fakultas Kehutanan USU diharapkan terus berkontribusi dalam menghasilkan inovasi dan rekomendasi ilmiah untuk mendukung pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan serta pencapaian target FOLU Net Sink 2030 Indonesia.
Kegiatan ini juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 (Climate Action), SDG 15 (Life on Land), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan konservasi, restorasi ekosistem, tata kelola lahan berkelanjutan, serta kolaborasi multipihak.