HUMAS FAHUTAN - Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (Fahutan USU) melalui Tim Identifikasi Kesehatan Pohon melakukan audiensi dengan Direktorat Pengelolaan Infrastruktur Akademik USU pada Kamis, 15 Oktober 2026. Pertemuan yang berlangsung di Biro Rektor USU, tepatnya di Direktorat Pengelolaan Infrastruktur Akademik, ini membahas Kerangka Acuan Kerja (KAK) teknis pelaksanaan identifikasi kesehatan pohon sebagai upaya mengantisipasi risiko pohon tumbang dan patahnya cabang di lingkungan kampus.

Tim Fahutan USU yang diwakili oleh Nur Hidayat, S.Hut., M.Si., Hamzah Irwansyah Siregar, S.Hut., Rizka Amelia, S.Hut., M.Si., dan Ida Mallia Ginting, S.Hut., disambut oleh Dio Agung Herubawa, S.E., M.Acc., selaku Sekretaris Direktur, bersama para manajer dan staf Direktorat Pengelolaan Infrastruktur Akademik USU.

Dalam pertemuan tersebut, tim memaparkan KAK teknis, tahapan pemeriksaan kondisi pohon di lapangan, serta jenis data yang akan dihimpun dan disajikan. Pemeriksaan ini bertujuan mengidentifikasi kondisi kesehatan dan potensi bahaya pohon, khususnya pada titik-titik yang dinilai rawan terhadap risiko tumbang atau patahnya cabang.

Kedua pihak menyepakati agar pelaksanaan identifikasi dilakukan sesegera mungkin, dengan memprioritaskan lokasi yang memiliki potensi risiko tinggi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya preventif untuk meminimalkan kemungkinan kecelakaan akibat pohon yang telah berusia tua, mengalami gangguan kesehatan, atau mengalami kerusakan, terutama ketika cuaca buruk meningkatkan risiko bahaya.

Melalui kegiatan ini, identifikasi kesehatan pohon diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengambilan keputusan terkait pengelolaan dan pemeliharaan vegetasi kampus. Kolaborasi antara Fahutan USU dan Direktorat Pengelolaan Infrastruktur Akademik juga mencerminkan pentingnya sinergi lintas unit dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, melalui upaya menciptakan lingkungan yang aman dan tangguh terhadap risiko, serta SDGs 15: Ekosistem Daratan, melalui pengelolaan dan pemeliharaan pohon secara terencana demi menjaga keberlanjutan vegetasi di lingkungan kampus.