HUMAS FAHUTA – Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) menunjukkan kontribusi aktif dalam penguatan kolaborasi berbasis keilmuan melalui keterlibatan dosen dan tenaga kependidikan dalam Jaringan Penelitian (Jarlit) BRIDA (Badan Riset Dan Inovasi Daerah) Kota Medan pada rangkaian Sarasehan Ilmiah Masalah Kota dalam Simposium Pengelolaan Pohon Kota Medan, yang digelar pada Senin (10/8/2026) di Ruang Theater, Lantai 2 Gedung Dekanat FISIP USU, Medan.
Dalam forum tersebut, tiga perwakilan Fakultas Kehutanan USU hadir sebagai narasumber dengan mengangkat hasil penelitian yang relevan dengan isu lingkungan dan pembangunan perkotaan. Dr. Ir. Alfan Gunawan Ahmad, S.Hut., M.Si., IPU. memaparkan penelitian berjudul “Tingkat Kenyamanan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Cadika Kota Medan Berdasarkan Indeks Suhu dan Kelembaban (Temperature Humidity Index)”.
Sementara itu, Prof. Ir. Rahmawaty, S.Hut., M.Si., Ph.D., IPU. menyampaikan penelitian berjudul “Carbon Valuation and Spatial Prioritization of Coastal Green Infrastructure to Support Eco Forest City Planning”. Penelitian tersebut memperkuat perspektif ilmiah mengenai pentingnya infrastruktur hijau dan valuasi karbon dalam mendukung perencanaan kota yang berkelanjutan.
Kontribusi juga datang dari tenaga kependidikan Fakultas Kehutanan USU, Nur Hidayat, S.Hut., M.Si., yang turut menjadi narasumber melalui penelitian berjudul “Analisis Korelasi Indeks Vegetasi dan Kesehatan Pohon di Jalur Hijau Pusat Kota Medan”. Keterlibatan ini menjadi bagian penting dalam memperluas peran tenaga kependidikan dalam mendukung kegiatan ilmiah dan pengembangan pengetahuan di bidang kehutanan dan lingkungan.
Keterlibatan para dosen dan tenaga kependidikan tersebut mendapat dukungan dari Dekanat Fakultas Kehutanan USU. Partisipasi ini sekaligus mencerminkan komitmen fakultas dalam membangun kerja sama yang baik dengan berbagai pihak serta mendorong pemanfaatan pengetahuan dan hasil penelitian untuk menjawab persoalan lingkungan perkotaan.
Lebih dari sekadar forum ilmiah, kehadiran Fakultas Kehutanan USU dalam Jarlit BRIDA Kota Medan memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, peneliti, dan pemangku kepentingan dalam merumuskan solusi bagi keberlanjutan kota. Berbagai topik yang dibahas menunjukkan bahwa pengelolaan ruang terbuka hijau, kesehatan pohon, infrastruktur hijau, dan valuasi karbon memiliki keterkaitan erat dengan kualitas hidup masyarakat serta ketahanan lingkungan kota.
Keterlibatan tenaga kependidikan dalam forum ini juga menjadi langkah positif dalam memperkuat ekosistem akademik di Fakultas Kehutanan USU. Peran tenaga kependidikan tidak hanya mendukung aspek administratif dan struktural, tetapi juga dapat berkembang menjadi kontribusi aktif dalam penguatan pengetahuan, pendidikan berkualitas, serta upaya mitigasi perubahan iklim dan pelestarian lingkungan.
Melalui kolaborasi tersebut, Fakultas Kehutanan USU terus mendorong sinergi lintas sektor untuk menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan bagi pengelolaan lingkungan perkotaan. Upaya ini sejalan dengan SDGs 4: Quality Education, SDGs 11: Sustainable Cities and Communities, SDGs 13: Climate Action, serta SDGs 15: Life on Land.
Hari Pertama PKKMB, Mahasiswa Baru Mendapat Sambutan Hangat
BeritaUKM Rain Forest Lantik Kabinet Arkasena, Perkuat Sinergi untuk Perubahan Berkelanjutan
BeritaFakultas Kehutanan USU Matangkan Persiapan PKKMB 2026