HUMAS FAHUTAN - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Rain Forest Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) berkolaborasi dengan Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) menyelenggarakan Sky Mapping: Workshop Drone untuk Pemetaan Hutan Modern Menuju Kehutanan Berkelanjutan pada Sabtu, 3 Oktober 2026, di Fakultas Kehutanan USU, Kampus 2 Kwala Bekala. Kegiatan ini diikuti oleh 84 peserta dari berbagai universitas dan instansi di Medan sebagai upaya memperkenalkan pemanfaatan teknologi drone dalam mendukung pemetaan dan pengelolaan hutan.
Workshop ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh perkembangan teknologi dalam bidang kehutanan, khususnya pemanfaatan drone untuk pemetaan, pengumpulan data spasial, serta pemantauan kawasan hutan. Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai semakin penting seiring berkembangnya kebutuhan pengelolaan hutan yang berbasis data dan teknologi.
Hadir sebagai pemateri, Ferry Aulia Hawari, S.Hut., selaku Manager GIS YOSL-OIC, dan Khairul Hanif Damanik, S.Hut., selaku Assistant GIS YOSL-OIC. Keduanya merupakan alumni Fakultas Kehutanan USU yang saat ini berkecimpung dalam bidang Geographic Information System (GIS), sehingga pengalaman akademik dan profesional yang dimiliki menjadi bagian penting dalam memberikan gambaran mengenai penerapan teknologi geospasial di dunia kerja.
Khairul Hanif Damanik menjelaskan bahwa penguasaan teknologi drone menjadi salah satu keterampilan yang penting bagi mahasiswa kehutanan. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu analisis kawasan hutan, pengumpulan data spasial, pemetaan, hingga pemantauan kondisi kawasan secara lebih efektif.
Menurutnya, mahasiswa kehutanan perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar mampu menghadapi kebutuhan pengelolaan hutan yang semakin kompleks. Kemampuan memanfaatkan teknologi seperti drone dan GIS tidak hanya mendukung proses pembelajaran, tetapi juga dapat menjadi bekal bagi mahasiswa ketika memasuki dunia profesional.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan workshop. Peserta menilai kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru yang relevan dengan perkembangan kehutanan saat ini serta bermanfaat, baik untuk mendukung kegiatan akademik maupun sebagai persiapan memasuki dunia kerja. Ketua panitia, Dhealita Avrilya Purba, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi serta kepada YOSL-OIC dan berbagai pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan. Ia berharap workshop tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan berbagi pengetahuan, tetapi dapat mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi dan memanfaatkan teknologi dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan di masa depan.
Melalui kegiatan Sky Mapping, UKM Rain Forest dan YOSL-OIC turut mendorong penguatan kapasitas generasi muda kehutanan agar semakin siap menghadapi era pengelolaan hutan berbasis teknologi. Penguasaan drone dan GIS diharapkan dapat mendukung lahirnya rimbawan yang adaptif, inovatif, dan mampu berkontribusi dalam pengelolaan hutan yang lebih efektif serta berkelanjutan.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kompetensi mahasiswa, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur melalui pengenalan teknologi drone dan GIS untuk dunia infrastruktur, serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui dukungan teknologi terhadap pemantauan dan pengelolaan hutan secara berkelanjutan.