HUMAS FAHUTAN - Suasana ceria dan penuh semangat mewarnai Arboretum Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU), Minggu (27/9/2026), saat Relawan Kemanusiaan Nusantara (RAWANTARA) kembali menggelar kegiatan Sekolah Lintas Alam. Mengusung tema “Pohon adalah Sahabatku”, kegiatan ini mengajak anak-anak usia 3–9 tahun mengenal alam secara langsung sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan sejak dini. 
Kegiatan yang berlangsung di Arboretum Fakultas Kehutanan USU, Jalan Lingkar Kampus, Simalingkar A, Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang, ini merupakan kelanjutan dari Sekolah Lintas Alam yang sebelumnya dilaksanakan di Bumi Perkemahan Sibolangit, Deli Serdang. Berbeda dengan pembelajaran di ruang kelas, kegiatan kali ini memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar melalui pengalaman langsung di lingkungan hutan.
Berlokasi di Arboretum Fakultas Kehutanan USU, Jalan Lingkar Kampus, Simalingkar A, Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang, kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Pengurus Harian RAWANTARA, Zidan Syahira, S.Sos. Selanjutnya, edukator RAWANTARA, Mahdiyyah Ardhina, S.Si., M.Si., memperkenalkan rangkaian kegiatan sekaligus menjelaskan kondisi lingkungan dan jalur yang akan dijelajahi peserta.
Kegiatan turut didukung organisasi mahasiswa Rain Forest dengan kehadiran Ketua Umum Rain Forest, Fedrik, bersama Kevin, Fachri, Neha, dan Cut. Para relawan turut mendampingi peserta selama mengikuti rangkaian aktivitas di alam terbuka.
Setelah mendapatkan pengarahan, peserta bersama pendamping dan orang tua mulai berjalan menuju pintu masuk Arboretum. Antusiasme terlihat sejak awal perjalanan. Anak-anak tampak bersemangat menyusuri jalur alam, sementara orang tua turut mendampingi dan menikmati proses belajar bersama buah hati mereka.
Tidak hanya melakukan jelajah alam, peserta juga mendapatkan materi pengenalan tumbuhan, khususnya pohon, yang disampaikan oleh alumni Fakultas Kehutanan USU sekaligus Sekretaris Dekan, Ida Mallia Ginting, S.Hut. Materi dikemas secara ringan dan interaktif dengan memanfaatkan contoh tumbuhan yang dapat ditemukan langsung di sekitar lokasi.
Dalam pemaparannya, Ida yang akrab disapa Lia memperkenalkan pengertian pohon, perbedaannya dengan tumbuhan lainnya, manfaat pohon bagi kehidupan, hingga jenis dan ciri-ciri pohon. Pendekatan tersebut membuat peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga mengamati objek secara langsung sehingga pembelajaran terasa lebih dekat dan menyenangkan.
Usai menerima materi, anak-anak diajak mengenali ciri-ciri pohon serta memilih dan mengoleksi daun yang mereka sukai. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan jelajah alam melewati jalur Arboretum hingga menuju aliran sungai kecil. Momen tersebut menjadi salah satu pengalaman yang paling menarik bagi peserta. Dengan tetap dalam pendampingan, anak-anak terlihat antusias bermain dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Keceriaan semakin terasa ketika anak-anak berkesempatan bermain dan mandi di aliran sungai tersebut. Setelah mendapat pendampingan dari orang tua dan relawan, anak-anak turun ke sungai dan menikmati segarnya air sambil bermain bersama. Tawa dan sorak kegembiraan terdengar di sepanjang aliran sungai, menghadirkan salah satu momen paling berkesan dalam perjalanan mereka mengenal alam.
Setelah puas bermain air, peserta kembali melanjutkan rangkaian kegiatan dengan beristirahat dan membuat herbarium sederhana. Aktivitas ini mengajak anak-anak mengamati, mengenali, serta mendokumentasikan bagian tumbuhan yang mereka temukan selama menjelajahi Arboretum.
Melalui Sekolah Lintas Alam, RAWANTARA menghadirkan pembelajaran lingkungan yang dekat dengan dunia anak. Pengalaman melihat, menyentuh, mengamati, menjelajahi hutan, hingga bermain di sungai diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus membangun kedekatan anak dengan alam.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 15: Ekosistem Daratan. Melalui pembelajaran berbasis pengalaman di alam, kegiatan tersebut turut menanamkan pengetahuan, kepedulian, dan kecintaan terhadap lingkungan sejak dini sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang lebih peduli terhadap kelestarian alam.
Fahutan USU Fasilitasi Pembagian KTM bagi Mahasiswa Baru 2026/2027
BeritaSekolah Pascasarjana USU Gelar Pelatihan Pemetaan Drone Gelombang V di Kampus 2 Kwala Bekala
BeritaDorong Kompetensi Rimbawan Masa Depan, UKM Rain Forest dan YOSL-OIC Gelar Workshop Drone untuk Pemetaan Hutan