Untuk mengetahui lebih lanjut tentang berbagai opsi Peminatan Program Studi, mengeksplorasi Kurikulum yang tersedia, memahami Peraturan Akademik yang berlaku, mempelajari Prosedur Skripsi, menyesuaikan Jadwal Kuliah dengan kebutuhan Anda, dan memperhitungkan Biaya Studi yang dibutuhkan, memahami Standar Pencapaian yang Diharapkan, Mengevaluasi Capaian Pembelajar. Semua informasi yang Anda butuhkan untuk memulai perjalanan akademik Anda ada di sini.
Kurikulum
Kurikulum Program Studi Magister Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara, dirancang menggunakan pendekatan Pendidikan Berbasis Hasil (OBE) dan mengintegrasikan kerangka kerja Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kurikulum ini dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan fokus pada hasil belajar yang diinginkan, metode pemecahan masalah di bidang ilmiah, dan pembelajaran kolaboratif.
Read Curriculum HereMata kuliah ini membahas asas-asas perancangan percobaan, percobaan faktorial, berbagai rancangan baku, analisis, analisis ragam, analisis peragam, dan perbandingan antarperlakuan. Pembahasan mencakup asumsi-asumsi dasar dari analisis ragam. Materi juga meliputi regresi linear sederhana, korelasi antarpeubah, regresi linear berganda, uji Khi-kuadrat, dan analisis data kategorik.
Mata kuliah Bahasa Inggris membahas tata bahasa Inggris yang digunakan dalam penulisan ilmiah, publikasi ilmiah, dan seminar internasional. Kemampuan berbicara (speaking dan conversation) juga menjadi bagian dari materi yang diajarkan dalam mata kuliah ini.
Mata kuliah ini membahas latar belakang, tujuan, dan ruang lingkup Silvikultur Hutan Tropika (SHT); hubungan antara silvikultur dengan manajemen hutan serta kaitannya dengan pengelolaan hutan yang lestari (sustainable forest management); dinamika hutan; pemantauan kesehatan hutan; hubungan antara pertumbuhan pohon dan praktik silvikultur; serta sistem silvikultur di daerah tropis di dunia.
Mata kuliah ini membahas ruang lingkup dan struktur bangun Manajemen Hutan sebagai bidang ilmu; perkembangan paradigma, falsafah, dan prinsip-prinsip (azas-azas) pengelolaan hutan dari yang klasik hingga yang mutakhir; serta penerapan metode kuantitatif dalam perumusan tujuan dan preskripsi pengelolaan hutan.
Mata kuliah ini menjelaskan konsep ekologi dan konservasi satwa liar yang mencakup sejarah evolusi, klasifikasi, dan taksonomi; anatomi dan fisiologi; penyebaran serta habitat; perilaku; reproduksi dan perkembangbiakan; nilai dan manfaat satwa liar; serta konservasi satwa liar.
Mata kuliah Teknologi Kayu I ini diberikan sebagai pengetahuan dasar mengenai pengolahan kayu dan bahan berlignoselulosa lainnya menjadi produk-produk biokomposit dan kimia hasil hutan. Mata kuliah ini akan membahas: 1) definisi atau pengertian umum Wood Technology I, yang mencakup biokomposit dan kimia hasil hutan; 2) kayu lapis, LVL, Glulam; 3) papan partikel, Oriented Strand Board (OSB), papan serat, dan Inorganic-Bonded Composites. Selama tujuh minggu berikutnya, mata kuliah ini akan membahas aspek pengolahan kimia terkait pemanfaatan biomassa berlignoselulosa secara menyeluruh, serta mendiskusikan prinsip-prinsip dasar dan teknologi konversi biomassa hasil hutan menjadi bahan kimia, energi, serat alami, dan turunannya.
Mata kuliah ini memberikan pengetahuan tentang pendahuluan (pengertian dan batasan ilmu tanah hutan), tanah dan bioma hutan, karakteristik tanah hutan, tanah dan sistem perakaran, biogeokimia hutan, pengaruh gangguan hutan terhadap tapak hutan, pengelolaan nutrisi hutan, serta produktivitas hutan jangka panjang.
Mata ajaran ini membahas pemanfaatan sumber daya genetik tanaman hutan secara berkelanjutan, yang mencakup definisi sumber daya genetik beserta status dan ancamannya, genetika populasi, variasi genetik, konservasi genetik, seleksi, pemuliaan tanaman secara umum, serta penggunaan penanda molekuler untuk keperluan sidik jari tanaman.
Mata kuliah ini membahas pendahuluan, ruang lingkup, dan pengampu; ekosistem lanjutan; hutan dan masyarakat tumbuhan di dalamnya; dinamika masyarakat tumbuhan; klasifikasi vegetasi hutan; formasi-formasi hutan di Indonesia; hubungan masyarakat tumbuhan dengan lingkungan serta pengukurannya; teknik analisis vegetasi I; teknik analisis vegetasi II; peralatan pendukung dalam pengukuran di hutan; gangguan hutan; pemilihan jenis pohon; serta pendekatan ekologi dalam rehabilitasi hutan dan lahan kritis.
Mata kuliah ini membahas pendahuluan yang meliputi definisi, fungsi, luas, dan distribusi; karakteristik biologi; karakteristik lingkungan; karakteristik flora dan fauna; peranan ekologi ekosistem; respons ekosistem terhadap stres; serta arahan ekologis dalam pengelolaan ekosistem mangrove dan rawa gambut.
Mata kuliah ini memberikan pengetahuan tentang konsep-konsep dan kaidah interaksi antara komponen agroforestri, model-model interaksi di bawah permukaan tanah, model-model tanaman agroforestri, aplikasi model-model agroforestri, serta riset pemodelan agroforestri.
Mata kuliah ini membahas konsep ekohidrologi, prinsip-prinsip ekohidrologi yang mencakup: kuantifikasi siklus hidrologi sebagai fungsi dari proses terpadu hidrologi-biologi dalam sebuah daerah tangkapan air (basin); rekayasa integrasi proses-proses dalam sebuah basin untuk meningkatkan daya dukung dan fungsi ekosistem; serta pengaturan proses-proses hidrologi-ekologi berdasarkan pendekatan sistem terpadu. Topik lain yang dibahas meliputi vegetasi dan kekurangan air, seperti pola pertumbuhan di hutan hujan tropis dan hutan semi-arid terkait dengan ketersediaan air, pengaruhnya terhadap aliran air, dan aliran karbon dioksida. Selain itu, dinamika kadar air tanah mencakup hubungan aliran air di zona tidak jenuh dan zona jenuh air dengan sistem pertumbuhan tanaman hutan, distribusi ruang dan waktu ketersediaan air, serta rumus dasar dan pemodelan keseimbangan air dalam kaitannya dengan keberadaan vegetasi hutan.
Mata kuliah ini memberikan pengertian dan pemahaman mengenai berbagai istilah kebijakan dan falsafah pembangunan kehutanan. Mata kuliah ini juga menyajikan metode analisis dan sintesis kebijakan pembangunan di bidang kehutanan, yang mencakup instrumen-instrumen kebijakan, yaitu aspek regulasi, administrasi, fiskal, dan informasi kehutanan.
Mata kuliah ini membahas ruang lingkup kajian kehutanan internasional, perkembangan luas dan penyebaran hutan dunia, permasalahan global dalam pengelolaan hutan, serta konvensi, kerja sama, dan organisasi di bidang kehutanan pada tingkat internasional.
Mata kuliah ini membahas ekosistem hutan sebagai suatu kesatuan komponen abiotik dan biotik (flora dan fauna), serta masyarakat yang saling berinteraksi membentuk keseimbangan dinamis (integritas, stabilitas, resiliensi). Etika konservasi menjadi dasar bagi persepsi (nilai) dan relasi yang harmonis dengan lingkungan alam. Pengelolaan hutan lestari berbasis ekosistem bertujuan mencapai keberlanjutan ekologis (ecological sustainability), keuntungan ekonomi (economic profitability), dan penerimaan sosial (social acceptability). Penilaian dilakukan dengan pendekatan sistem (model interaksi abiotik, flora, fauna, serta model sosial-ekonomi) untuk menentukan status atau ukuran ekosistem hutan dari segi ekologis dan ekonomis. Konsep-konsep dinamika populasi untuk tegakan, satwa, dan proses ekologis digunakan sebagai dasar penilaian ekosistem yang dipadukan dengan metode kuantifikasi.
Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan memahami dan mampu menjelaskan, menganalisis, serta mensintesis aspek-aspek pemanenan hutan, yang mencakup perencanaan, pemanenan, pembukaan wilayah hutan, teknik Reduced Impact Logging (RIL), rantai logistik pemanenan, pengelolaan hasil hutan bukan kayu, keselamatan dan kesehatan kerja, optimasi pembagian batang, serta pengendalian dampak pemadatan tanah hutan.
Mata kuliah ini membahas ruang lingkup dan struktur Biometrika Hutan sebagai bidang ilmu, serta penerapan metode kuantitatif (matematika dan statistika) dalam mempelajari sifat-sifat dan potensi pohon, tegakan, dan ekosistem hutan, termasuk permasalahan dalam bidang pengelolaan hutan.
Mata kuliah Sistem Informasi Geografis untuk Pengelolaan Tegakan ini merupakan mata kuliah yang diperlukan bagi mahasiswa magister, khususnya yang memiliki minat mempelajari teknik-teknik pemecahan masalah spasial yang terkait dengan pengelolaan tegakan hutan dan sumber daya alam lainnya. Mata kuliah ini menjelaskan perkembangan dan aplikasi teknologi sistem informasi geografis di bidang kehutanan, khususnya yang berkaitan dengan analisis spasial.
Mata kuliah ini membahas ruang lingkup dan struktur Perencanaan Hutan sebagai bidang ilmu, perkembangan prinsip, metode, dan teknik perencanaan hutan dari yang klasik hingga yang mutakhir. Mata kuliah ini juga mencakup penerapan metode kuantitatif dan Sistem Informasi Geografis (GIS) dalam penetapan kebutuhan luas hutan, fungsi penggunaan hutan, pembentukan wilayah pengelolaan hutan, serta tujuan pengelolaan hutan pada tingkat kesatuan.
Penyelenggaraan kehutanan tidak terlepas dari berbagai kepentingan dan kekuasaan yang sedang berlangsung. Alokasi sumber daya hutan sebagai barang publik ditentukan oleh berbagai bentuk transaksi, baik melalui peraturan perundang-undangan maupun jaringan kekuasaan yang terbentuk di dalam dan di luar sistem pemerintahan. Desentralisasi, kinerja birokrasi, dan sistem pemerintahan menjadi faktor penentu efisiensi, keadilan, dan keberlanjutan pengelolaan sumber daya hutan.
Mata kuliah Analisis Citra Digital untuk Kehutanan ini merupakan mata kuliah pilihan yang ditujukan bagi mahasiswa S2 yang ingin mendalami teknik-teknik untuk menurunkan informasi dari citra digital, khususnya citra satelit, dalam pengelolaan hutan. Mata kuliah ini menjelaskan perkembangan teknologi remote sensing (penginderaan jauh) dan teknik-teknik analisis citra untuk keperluan pengelolaan hutan serta sumber daya alam hayati lainnya.
Mata kuliah ini membahas pemodelan untuk kehutanan dan lingkungan sebagai alat untuk memahami kompleksitas pengelolaan sumber daya hutan dan interaksinya dengan lingkungan, membuat proyeksi ke masa depan, serta mengembangkan skenario-skenario kebijakan pengelolaan hutan dan lingkungan. Beragam perangkat pemodelan, seperti dinamika sistem, multi-agent system, dan soft system methodology, digunakan untuk menyederhanakan kompleksitas masalah yang terjadi.
Mata kuliah ini memberikan pengetahuan kepada mahasiswa untuk menganalisis arti dan ruang lingkup deteriorasi kayu, pengawetan, dan keawetan alami kayu (termasuk bahan nonkayu seperti bambu dan rotan). Pokok bahasan meliputi ancaman biodeteriorasi di Indonesia, faktor perusak kayu (biologis), struktur anatomi kayu yang memengaruhi keberhasilan proses pengawetan kayu, jenis dan persyaratan bahan pengawet kayu, proses pengawetan kayu dan perlakuan sebelum diawetkan, retensi dan penetrasi bahan pengawet dalam kayu beserta faktor-faktor yang memengaruhinya, aspek lingkungan dan aspek ekonomi pengawetan kayu, penggunaan pestisida, serta teknik pengendalian hama kayu pada bangunan.
Mata kuliah ini memberikan pengetahuan dasar tentang sifat-sifat fisik kayu, seperti kadar air, kerapatan, berat jenis, stabilisasi dimensi, sifat termal kayu, sifat elektrik kayu, dan sifat akustik kayu. Selain itu, mata kuliah ini juga membahas statika dasar, jenis-jenis sifat mekanis kayu, pengujian dan standarisasi, faktor-faktor yang memengaruhi sifat mekanis kayu, tegangan dasar, pengantar pemilahan kayu bangunan, serta penentuan tegangan izin kayu.
Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menganalisis polimer dan proses polimerisasi, pembentukan dan karakteristik perekat dasar (binder), analisis komposisi dan formulasi perekat, teori adesi kayu, formasi ikatan, analisis permukaan kayu, serta analisis indikator keterekatan kayu.
Mata kuliah ini menjelaskan pemanfaatan komponen kimia hasil hutan (khususnya kayu) yang meliputi selulosa, hemiselulosa, lignin, dan ekstraktif untuk berbagai macam penggunaan, seperti pulp, kertas, rayon, minyak atsiri, bahan kosmetik, farmasi, bahan pewarna, bahan pengawet, bahan bakar minyak (bioetanol, biometanol, biodiesel), bahan pangan, dan produk-produk kimia lainnya.
Mata kuliah ini membahas proses-proses fundamental dalam teknologi pulping dan bleaching. Bahasan meliputi: (1) persiapan bahan baku (mulai dari proses debarking hingga penyimpanan dan transportasi chips), (2) anatomi chips (meliputi prinsip-prinsip dan perhitungan dimensi, daya penetrasi, serta kompaksi chips dalam larutan pemasak), (3) kinetika reaksi dan transfer massa yang mendasari pemasakan dengan batch digester dan continuous digester, (4) penyaringan dan pencucian pulp, (5) proses pemutihan pulp, (6) proses pembuatan kertas (paper making process), dan (7) tinjauan tentang pengendalian dampak lingkungan industri pulp.
Mata kuliah ini membahas tinjauan sifat-sifat rekayasa kayu, kayu gergajian, dan produk kayu rekayasa (engineered wood products) seperti Glulam, Plywood, LVL, dan lainnya. Bahasan mencakup proses desain struktur bangunan kayu, keawetan bangunan kayu, desain jembatan kayu, sistem sambungan, serta contoh desain bangunan kayu, seperti rangka portal dan busur, sistem kuda-kuda, dan struktur tiang pancang.
Mata kuliah ini membahas: 1) Teori Keputusan dan Permainan (Decision Theory and Games), 2) Model Pengendalian Persediaan (Inventory Models), 3) Proses dan Aplikasi Pengambilan Keputusan Markovian (Markovian Decision Processes and Applications), 4) Teori Antrian dan Aplikasinya (Queueing Theory and its Applications), serta 5) Simulasi (Simulation).
Mata kuliah ini membahas ruang lingkup, sejarah, dan perkembangan teknologi serat dan komposit. Topik yang dibahas mencakup teknologi pembuatan serat dan serat daur ulang; produk komposit berbahan serat lignoselulosa; nanokomposit; lignoselulosa, adhesive, dan aditif sebagai bahan baku papan komposit; general processing of board; parameter yang memengaruhi sifat papan komposit; serta berbagai produk seperti plywood, comply, blockboard, kayu laminasi, produk papan semen (cementboard), papan partikel nonkayu berbasis selulosa, oriented strand board, papan plastik (WPC, wood polymer composite), papan partikel, dan zephyr.
Mata kuliah Konversi Biomassa untuk Energi membahas: proses termokimia (thermochemical process) yang meliputi pembakaran (combustion), gasifikasi (gasification), pirolisis (pyrolysis), dan hydrothermal liquefaction/direct liquefaction; produk primer dari proses termokimia; serta aplikasi dari proses termokimia, seperti panas (heat), tenaga mekanis (mechanical power), listrik (electricity), sintesis senyawa kimia (synthesis of chemical compounds), bahan bakar padat (solid fuel), karbon aktif (activated carbon), bahan bakar pembakaran (combustion fuel), dan resin kimia (chemical resins).
Mata kuliah ini membahas pengertian dan ruang lingkup Hasil Hutan Non-Kayu (HHNK). Topik yang dibahas meliputi pengolahan getah-getahan, resin, dan tanin; pengolahan berbagai jenis Palmae; pengolahan minyak-minyakan; rempah-rempah dan tanaman obat; serta hasil hutan hewani.
Mata kuliah ini mempelajari pengertian limbah secara umum, termasuk limbah kehutanan yang dihasilkan dari pemanenan hasil hutan serta jenis-jenis limbah yang berasal dari industri kehutanan beserta dampaknya. Topik bahasan mencakup pengertian rekayasa penanganan limbah, tahapan penanganan limbah, standardisasi, dan permasalahan limbah industri kehutanan; siklus produksi kayu; proses rehold dan retro; penanganan limbah secara fisik, kimia, dan biologi; life cycle assessment (LCA) pada industri kehutanan; proses daur ulang limbah industri kehutanan; penanganan limbah pascapanen; prinsip reduce, reuse, recycle, refuse, dan return; pemanfaatan limbah industri kehutanan; serta kunjungan lapangan (fieldtrip) ke industri berbahan baku limbah atau industri pengolah limbah.
Mata kuliah ini membahas ruang lingkup pengelolaan satwa liar, nilai dan manfaat satwa liar, pengelolaan populasi, pertumbuhan dan pengendalian populasi, manajemen dinamika populasi, evolusi dan adaptasi, interaksi intra dan antarpopulasi spesies, pergerakan satwa liar, pengelolaan habitat satwa liar, peranan inventarisasi dalam pengelolaan satwa liar, serta pengelolaan satwa liar migran.
Mata kuliah ini membahas kajian strategi dan rencana aksi konservasi satwa liar kunci, seperti Harimau Sumatera, Badak Sumatera, Orangutan, dan Gajah. Topik yang dibahas meliputi ancaman terhadap satwa liar, ruang lingkup konflik manusia dan satwa liar (KMSL), pengaruh deforestasi dan degradasi hutan terhadap KMSL, analisis keuntungan dan kerugian (benefit and cost/B-C) dari strategi konservasi in situ dan ex situ satwa liar, analisis ekonomi kerugian KMSL, persepsi masyarakat terhadap KMSL, pemetaan KMSL, teknik mitigasi KMSL, resolusi KMSL berdasarkan stakeholders, kearifan kelembagaan lokal dalam mitigasi KMSL, serta evaluasi kebijakan pemerintah dalam mitigasi KMSL.
Mata kuliah ini membahas sosial ekonomi ekowisata, manajemen pengunjung, ambang batas, analisis dampak dan risiko ekowisata serta jasa lingkungan, kelembagaan ekowisata dan jasa lingkungan, valuasi ekonomi, sistem dinamis untuk perencanaan ekowisata dan jasa lingkungan, jasa lingkungan air, dan jasa lingkungan karbon.
Mata kuliah ini membahas konsep dasar dan cara kerja GIS, sistem proyeksi, basis data, geostatistik, GPS, pra-pemrosesan citra satelit, analisis citra multispektral, analisis citra radar, metrik lanskap, pemodelan spasial, dan studi kasus.
Mata kuliah ini membahas pendahuluan mengenai kondisi tumbuhan langka di Indonesia, konsep CITES dan IUCN, karantina tumbuhan, sertifikasi flora, penangkaran flora, budidaya tumbuhan, pohon langka, Palmae, tumbuhan bawah, flora vertikal, serta tumbuhan pakan satwa.
Mata kuliah ini membahas pengantar etnobotani, klasifikasi tumbuhan, etnobotani tumbuhan obat, etnobotani tumbuhan biopestisida, etnobotani tumbuhan hias, etnobotani tumbuhan pewarna, etnobotani tumbuhan aromatika, etnobotani tumbuhan surfaktan, kearifan lokal flora, serta penelitian terkini tentang etnobotani.
Mata kuliah ini membahas kondisi iklim global, perubahan iklim global dan dampaknya di Indonesia, bencana alam, bencana hidrometeorologis, kerugian akibat bencana yang dipengaruhi iklim, penanggulangan bencana, mitigasi bencana, bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, sistem peringatan dini bencana, serta mitigasi bencana berbasis masyarakat.
Mata kuliah ini membahas pemahaman istilah strategi konservasi ekosistem gambut, kebijakan dan peraturan perundang-undangan tentang ekosistem gambut (EG), profil ekosistem gambut, fungsi ekosistem gambut, ancaman alih fungsi EG, bahaya dan kerugian akibat pembakaran EG, kriteria baku kerusakan EG, pemetaan EG, restorasi hidrologi gambut, pemantauan tinggi muka air tanah pada EG, rehabilitasi vegetasi EG, revitalisasi kemandirian masyarakat sekitar EG, pengaturan kelembagaan dan penegakan hukum, serta sintesis strategi konservasi EG.
Mata kuliah ini membahas pemahaman istilah konservasi lanskap hutan kota, dinamika kehidupan dan lingkungan perkotaan, sejarah dan perkembangan kota, fungsi hutan kota, sinergi hutan kota untuk pembangunan, hutan kota di dunia, perancangan dan pemetaan hutan kota, jenis-jenis vegetasi hutan kota, jenis-jenis fauna hutan kota, pengelolaan tapak tumbuh hutan kota, pemantauan kesehatan hutan kota, penguatan kelembagaan hutan kota, serta sintesis konservasi lanskap hutan kota.
Ruang lingkup Metodologi Penelitian mencakup konsep kebenaran dan kebenaran ilmiah, syarat-syarat kebenaran ilmiah, metode penelitian ilmiah, klasifikasi penelitian ilmiah, tahapan penelitian ilmiah, serta tata cara penulisan karya ilmiah sesuai dengan Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah USU.
Modul
Prosedur Penulisan Skripsi
Evaluasi Prestasi Belajar
Penerimaan Mahasiswa
Pembagian Mata Kuliah
Mata kuliah dalam Program Studi Magister Kehutanan dibagi menjadi dua kategori: mata kuliah wajib (CC) dan mata kuliah pilihan (EC). Jumlah kredit mata kuliah wajib yang harus diambil oleh mahasiswa adalah 20 kredit semester (103,01 ECTS), sedangkan mata kuliah pilihan memerlukan minimal 17 kredit semester. Mahasiswa harus mengambil dan lulus total 37 kredit untuk menyelesaikan Program Magister Ilmu Kehutanan SAR ASIIN Cluster 2 dan menyelesaikan studi mereka di Program Magister Ilmu Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara. Jumlah kredit per semester berkisar antara 18 hingga 24. Mata kuliah didistribusikan dan disampaikan per semester. Mahasiswa mengambil mata kuliah wajib dari semester 1 hingga semester 2. Mahasiswa dapat menyelesaikan mata kuliah tugas akhir pada semester 3,, yang meliputi seminar proposal, seminar hasil, dan tesis, sehingga memungkinkan mahasiswa lulus dalam 3 semester. Distribusi mata kuliah untuk setiap semester Program Studi Magister Kehutanan disajikan dalam gambar di bawah ini.
Jadwal Kuliah
Biaya Studi
Capaian Pembelajaran
Capaian pembelajaran lulusan Prodi Magister Kehutanan USU dirancang untuk menghasilkan lulusan yang mampu memecahkan permasalahan di bidang kehutanan melalui riset dan pendekatan interdisipliner. Proses penyusunan capaian pembelajaran mengacu pada KKNI level 8 dan SN-Dikti, melibatkan asesor akreditasi, stakeholder, dan instansi kehutanan. Lulusan diharapkan menghasilkan karya inovatif dan bermanfaat yang diakui secara nasional maupun internasional.
| Capaian Pembelajaran | |
| 1 | Menunjukkan sikap religius, humanis, nasionalis, menghormati perbedaan dan keragaman, dan sikap pembelajar yang berumur panjang |
| 2 | Menunjukkan ketaatan hukum dan disiplin, etis, bertanggung jawab secara mandiri, jiwa kewirausahaan |
| 3 | Kompeten dalam teknik penelitian, analisis ilmiah temuan penelitian, dan presentasi temuan |
| 4 | Memahami teori dan kemajuan ilmu dasar industri kehutanan, budidaya, manajemen, teknologi, dan konservasi |
| 5 | Mampu menunjukkan kerja mandiri dan kerja tim, kinerja yang berkualitas dan terukur, mampu menerapkan berbagai metode ilmu pengetahuan dan teknologi dalam identifikasi dan pemecahan masalah kehutanan |
| 6 | Mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan standar prosedur dan data, dalam komunikasi, pengawasan dan evaluasi pekerjaan di bidang kehutanan |
| 7 | Mampu menyusun penelitian ilmiah, menyusun laporan ilmiah dan non ilmiah dalam bentuk tesis dan mencegah plagiarisme |
| 8 | Memiliki keterampilan untuk meningkatkan pengelolaan sumber daya hutan berkelanjutan, termasuk pengelolaan DAS, penilaian hutan, sosial ekonomi, komunikasi, serta beradaptasi dengan perkembangan melalui berbagai pendekatan teknologi: GIS, drone dan teknologi informasi |
| 9 | Memiliki keterampilan untuk berinovasi dalam budidaya hutan, termasuk bioteknologi dan kegiatan silvikultur lainnya dalam upaya rehabilitasi dan reboisasi hutan |
| 10 | Memiliki keterampilan untuk meningkatkan dan berinovasi teknologi hasil hutan kayu dan bukan kayu, peningkatan nilai dan analisis kelayakan usaha hasil hutan |
| 11 | Memiliki keterampilan untuk mengelaborasi upaya pengelolaan dan konservasi sumber daya hutan, termasuk memberikan alternatif solusi, ketegasan konlik, kolaborasi masyarakat, mengedepankan pendekatan holistik (ekologis, ekonomi dan sosial budaya) dalam upaya konservasi SDH di berbagai tingkatan (genetik, spesies dan ekosistem) |