Profil
Samsuri dilahirkan di sebuah desa di bagian selatan wilayah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada tanggal 9 Januari 1974. Samsuri menyelesaikan pendidikan Sarjana Kehutanan di Fakultas Kehutanan IPB University pada tahun 1998 dan memperoleh gelar Doktor pada tahun 2014 dengan inovasi menyusun Indeks Prioritas Restorasi Hutan Tropis Terdegradasi. Selain itu, Samsuri yang akrab dipanggil Pak Sem pernah mengikuti short course selama satu bulan di Thailand untuk memperdalam keahlian dalam penerapan GIS dan RS dalam perencanaan restorasi hutan hujan tropis, utamanya mangrove.
Selama karir profesionalnya, bidang yang ditekuni adalah sistem informasi geografis, ekologi spasial, konservasi lanskap, dan penginderaan jauh. Sebagai peneliti, penelitian yang dilakukan fokus pada aplikasi Geographic Information System (GIS) dan Remote Sensing (RS) dalam inventarisasi sumber daya hutan serta pengelolaan hutan. Beberapa topik kajian penelitian yang telah dilakukan adalah aplikasi penginderaan dalam pendugaan standing stock di hutan rawa gambut, aplikasi GIS untuk pemodelan dan monitoring kebakaran hutan, aplikasi GIS dan RS untuk pemodelan dan perencanaan restorasi ekosistem, pemodelan biomassa hutan, analisis sebaran biodiversitas hutan tropis, kesesuaian habitat satwa, GIS untuk etnografi dan degradasi hutan serta topik lain terkait dengan GIS dan RS. Beberapa penelitian kolaborasi nasional dan internasional telah dilaksanakan dengan dana hibah penelitian dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, SEAMEO BIOTROP, JAFTA, dan ITTO Jepang.
Mata kuliah yang diampu di Program Sarjana Kehutanan adalah Inventarisasi Hutan, Manajemen KPH, Perencanaan Hutan, Manajemen Hutan, Sistem Informasi Geografis, Analisis Sistem, Penginderaan Jauh serta Geodesi dan Kartografi. Beberapa buku sudah diterbitkan di antaranya adalah Pengantar Analisis Spasial dengan ArcGIS, Teknik Analisis Citra Digital untuk Pengelolaan Sumber Daya Alam, Perencanaan Restorasi Lanskap Hutan Tropis Terdegradasi, dan Manajemen Hutan.
Dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang ketiga, yaitu pengabdian kepada masyarakat, kontribusinya dalam membantu pemerintah antara lain dalam merencanakan Penataagunaan Kawasan Hutan, pembentukan Kesatuan Pengelolaan Hutan, dan menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan penyusunan kebijakan pengelolaan hutan di Indonesia. Selain itu, juga terlibat dalam membantu masyarakat, misalnya memfasilitasi pembangunan sistem informasi spasial potensi desa, pelatihan penggunaan ArcGIS, pelatihan penggunaan GPS, dan pelatihan teknik survei potensi hutan. Untuk memperluas jaringan dan pengembangan serta berbagi pengetahuan, beberapa lembaga profesi yang diikuti adalah Masyarakat Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN), Masyarakat Biodiversitas Indonesia (MBI), Persatuan Insinyur Indonesia (PII), serta Persatuan Ahli Geospasial Indonesia (PAGI).