Profil
Arida Susilowati, lahir di Pekalongan pada 13 Januari 1980, merupakan anak ketiga dari enam bersaudara. Pendidikan tinggi dimulai dengan meraih gelar Sarjana Kehutanan (S.Hut) pada tahun 2003 setelah menyelesaikan studi di program sarjana (1998-2003). Pada tahun 2006, ia melanjutkan studi Magister di Program Studi Ilmu Pengetahuan Kehutanan, Fakultas Kehutanan IPB, dan berhasil memperoleh gelar Magister Sains (M.Si) pada tahun 2008. Studi doktoralnya ditempuh pada periode 2009-2013 di Program Studi Silvikultur Tropika, Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan IPB.
Selama menempuh pendidikan, Arida memperoleh sejumlah beasiswa, antara lain beasiswa prestasi dari Korindo (untuk program sarjana), Beasiswa Pendidikan Pascasarjana (BPPS) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (untuk program magister), serta Ph.D Research Grant dari SEAMEO BIOTROP (untuk program doktoral).
Pada tahun 2004, ia mulai bekerja sebagai dosen dan peneliti di Kopertis Wilayah I Sumatera Utara, dan sejak 2014 bergabung dengan Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) dengan minat utama pada budidaya hutan. Selama berkarier sebagai dosen, Arida aktif dalam berbagai kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Saat ini, ia menjabat sebagai Sekretaris Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan USU (periode 2021-2026).
Bidang keahliannya meliputi budidaya hutan, genetika hutan, fisiologi pohon, dan pemuliaan pohon. Keahlian ini telah diwujudkan melalui berbagai karya penelitian, publikasi, paten, buku, serta diseminasi hasil riset pada seminar nasional dan internasional. Beberapa penghargaan yang telah diraih antara lain Program Short Stay dari Hokkaido University (2012), Satyalancana Karya Satya X dari Presiden RI (2019), dan penghargaan Dosen Berprestasi USU (2019).
Arida juga aktif dalam sejumlah organisasi ilmiah dan profesi, termasuk Masyarakat Silvikultur Indonesia (MASSI), Masyarakat Arborikultur Indonesia (MARi), Masyarakat Biodiversity Indonesia (MBI), E-DNA Society, Indonesian Plant Red List Authority (IPRLA), Indonesian Mangrove Society (IMS), serta Asosiasi Dosen Indonesia.