HUMAS FAHUTAN – Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) berkolaborasi dengan Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Mangrove sukses menyelenggarakan The 8th International Conference on Natural Resources and Technology (ICONART 2026) secara hybrid, Rabu (23/9/2026), di Grandhika Hotel, Medan. Konferensi internasional ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk berbagi pengetahuan serta memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan sumber daya alam berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Mengusung semangat kolaborasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, ICONART ke-8 ini mempertemukan akademisi, peneliti, serta praktisi dari berbagai negara untuk berbagi hasil riset dan gagasan terkait pengelolaan sumber daya alam dan teknologi. Konferensi ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan sekaligus membuka peluang penguatan jejaring kerja sama internasional di bidang kehutanan, lingkungan, dan sumber daya alam.


Menghadirkan narasumber dari Indonesia, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, dan Mesir, ICONART 2026 mengangkat beragam perspektif mengenai pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan secara lestari. Sesi panel menghadirkan sejumlah akademisi dan peneliti, di antaranya Dr. Sheriza Mohd Razali dari Universiti Putra Malaysia, Prof. Koji Takayama dari Tokyo Metropolitan University, dan Prof. Minkyu Moon, Ph.D dari Kangwon National University.



Pada sesi kedua, beberapa keynote speaker turut memaparkan materi mereka, diantaranya Dr. Erni Jumilawaty M.Si, Dr Chandra Sagaran (Chairman, Malaysia Green Technology Society), dan Prof Nabil Ibrahim Elsheery (Faculty of Agriculture, Tanta University, Egypt). Para hadirin tampak antusias dengan berbagai materi menarik yang disajikan.

Pembukaan ICONART 2026 turut diwarnai video sambutan Morecome Mumba, Duta Besar Zambia, serta sesi foto bersama Wakil Rektor USU. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan penampilan tarian tradisional yang mengundang tepuk tangan meriah dari peserta. Rangkaian utama ICONART 2026 dilanjutkan dengan panel session dan presentasi penelitian, yang menjadi ruang bagi para peneliti untuk memaparkan hasil riset, temuan, serta gagasan inovatif di berbagai bidang terkait sumber daya alam dan teknologi. Pembahasan mencakup tropical biodiversity, food science and food technology, information systems of tropical resources, natural resource technology, natural science and natural product, serta ethnobotany and ethnozoology. Beragam topik tersebut memperlihatkan luasnya pendekatan ilmiah dalam memahami, memanfaatkan, dan mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan. Rangkaian konferensi kemudian ditutup dengan pengumuman best presenter dan prosesi penutupan oleh Ketua Panitia.


Keberhasilan pelaksanaan The 8th ICONART 2026 menegaskan komitmen Fakultas Kehutanan USU dalam memperluas jejaring akademik internasional serta mendorong pertukaran pengetahuan dan kolaborasi riset untuk menjawab tantangan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Pelaksanaan konferensi ini turut mendukung SDG 15 (Life on Land) melalui pengembangan pengetahuan dan inovasi bagi keberlanjutan ekosistem serta keanekaragaman hayati, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan dan kolaborasi akademik lintas negara.