HUMAS FAHUTAN - Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) berkolaborasi dengan Pusat Unggulan Ipteks (PUI) Mangrove USU menggelar kegiatan International Community Service di Pantai Mangrove Sejarah, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Minggu (27/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Summer Course 2026 sekaligus wujud pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi dan aksi nyata pelestarian ekosistem mangrove.
Kegiatan tersebut dihadiri Dekan Fakultas Kehutanan USU yaitu Prof. Arida Susilowati, beserta jajaran Wakil Dekan, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USU sekaligus Ketua PUI Mangrove USU Prof. Mohammad Basyuni, para dosen Fakultas Kehutanan, Fakultas Biologi, dan Fakultas Pertanian USU, serta peserta Summer Course 2026.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penanaman mangrove sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. Aksi tersebut kemudian dilanjutkan dengan Opening Ceremony of the International Community Service yang menandai dimulainya kegiatan pengabdian internasional di kawasan Pantai Mangrove Sejarah.
Dalam kesempatan tersebut, pengelola Pantai Sejarah Mangrove menyampaikan sambutan mengenai pengelolaan dan pentingnya kawasan mangrove bagi lingkungan serta masyarakat pesisir. Kegiatan juga dilanjutkan dengan sambutan dari Head of CoE for Mangroves yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas bidang dalam mendukung konservasi dan pemanfaatan mangrove secara berkelanjutan.
Tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, peserta juga diajak mengenal ekosistem mangrove secara lebih dekat melalui group project in exploring mangroves. Dalam kegiatan ini, peserta bekerja dalam kelompok untuk mengeksplorasi berbagai aspek ekosistem mangrove sekaligus membangun pengalaman belajar langsung di lapangan.
Suasana kegiatan semakin interaktif melalui sesi presentasi dan pengumuman pemenang group project. Apresiasi diberikan kepada kelompok yang mampu menyajikan hasil eksplorasi dan gagasan secara kreatif berdasarkan pengalaman mereka selama berada di kawasan mangrove.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Summer Course 2026 tidak hanya menjadi ruang pembelajaran akademik, tetapi juga mempertemukan pengetahuan, pengalaman lapangan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Interaksi langsung dengan ekosistem mangrove memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami bahwa upaya pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk akademisi, mahasiswa, masyarakat, dan pengelola kawasan.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran Fakultas Kehutanan dan PUI Mangrove USU dalam mendorong pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang berorientasi pada keberlanjutan. Kolaborasi lintas fakultas dan pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran serta aksi bersama untuk menjaga ekosistem pesisir Sumatera Utara.
Dari perspektif Sustainable Development Goals (SDGs), kegiatan ini berkontribusi pada SDG 13: Climate Action melalui aksi penanaman dan edukasi terkait ekosistem mangrove yang memiliki peran penting dalam mitigasi perubahan iklim, serta SDG 14: Life Below Water melalui upaya menjaga ekosistem pesisir dan keanekaragaman hayati. Kolaborasi akademik dan pengabdian masyarakat yang dilakukan juga sejalan dengan SDG 17: Partnerships for the Goals, yang menegaskan pentingnya kemitraan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Fahutan USU Fasilitasi Pembagian KTM bagi Mahasiswa Baru 2026/2027
BeritaSekolah Pascasarjana USU Gelar Pelatihan Pemetaan Drone Gelombang V di Kampus 2 Kwala Bekala
BeritaDorong Kompetensi Rimbawan Masa Depan, UKM Rain Forest dan YOSL-OIC Gelar Workshop Drone untuk Pemetaan Hutan