HUMAS FAHUTA - Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) menginisiasi pembentukan Klinik Jasa Keahlian sebagai langkah strategis untuk memetakan dan mengoptimalkan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan fakultas. Inisiasi tersebut dibahas dalam kegiatan Diskusi Inisiasi Klinik Jasa Keahlian yang berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026, di Ruang Rapat Fakultas Kehutanan USU, Kampus 2 Bekala, Deli Serdang.

Diskusi dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Internasionalisasi, Dr. Anita Zaitunah, serta dihadiri Staff Ahli Dekan Dr. Nelly Anna, Ketua PUI Bambu Dr. Samsuri, Sekretaris PUI Mangrove Dr. Bejo Slamet, Ketua Puska Kehati-Link Dr. Nurdin Sulistiyono, serta sejumlah dosen Fakultas Kehutanan USU, di antaranya Deanova Frestiana Pelawi, M.Sc., Dr. Achmad Siddik Thoha, Dr. Ridwanti Batubara, Dr. Pindi Patana, dan Dr. Tito Sucipto.

Dalam arahannya, Dr. Anita Zaitunah menyampaikan bahwa pembentukan Klinik Jasa Keahlian menjadi bagian penting dalam memetakan kompetensi yang dimiliki berbagai bidang keilmuan, termasuk Pusat Unggulan Ipteks (PUI) dan pusat kajian di Fakultas Kehutanan USU. Pemetaan tersebut dinilai penting agar berbagai keahlian yang selama ini telah berkembang dapat dikemas secara lebih terstruktur dan mudah diakses oleh calon mitra.

Salah satu keluaran yang direncanakan dari inisiasi ini adalah katalog jasa keahlian yang memuat serta memetakan kompetensi dan layanan yang tersedia di Fakultas Kehutanan USU. Katalog tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan bagi mitra dalam menemukan keahlian yang sesuai dengan kebutuhan, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih terarah dan berkelanjutan.

“Dengan adanya pemetaan keahlian ini, mitra akan lebih mudah mengetahui kompetensi yang tersedia dan menyesuaikannya dengan kebutuhan kerja sama. Di sisi lain, Klinik Jasa Keahlian diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen income generating bagi fakultas,” ujar Dr. Anita.

Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan membuka ruang diskusi yang dipandu oleh Dr. Nelly Anna. Dalam diskusi tersebut, Dr. Achmad Siddik Thoha menyoroti potensi jasa keahlian di bidang drone yang selama ini telah dikembangkan melalui berbagai pelatihan dan program peningkatan kompetensi.

Menurutnya, kemampuan pengoperasian drone semakin dibutuhkan dalam berbagai sektor kehutanan, seperti pengelolaan lahan, pemetaan, pemantauan kawasan, hingga kebencanaan. Kompetensi tersebut juga menjadi salah satu keterampilan yang memiliki nilai tambah bagi mahasiswa karena dapat mendukung kesiapan mereka memasuki dunia kerja, baik di instansi pemerintah maupun sektor swasta.

Sejalan dengan upaya komersialisasi jasa keahlian, Dr. Luthfi Hakim turut memberikan masukan agar layanan pelatihan drone dapat dilengkapi dengan skema tarif yang jelas. Hal ini dinilai penting untuk memastikan jasa keahlian yang ditawarkan memiliki mekanisme pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan.

Inisiasi Klinik Jasa Keahlian menjadi langkah awal Fakultas Kehutanan USU dalam menghubungkan kepakaran akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan. Melalui pemetaan kompetensi yang lebih sistematis, fakultas diharapkan mampu menghadirkan layanan berbasis keahlian yang profesional sekaligus memperluas ruang kolaborasi dan hilirisasi pengetahuan.

Upaya tersebut juga sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 tentang Industri, Inovasi dan Infrastruktur, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui penguatan kompetensi, inovasi jasa keahlian, dan kolaborasi dengan berbagai mitra, Fakultas Kehutanan USU terus mendorong agar kepakaran akademik dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pembangunan kehutanan yang berkelanjutan.