HUMAS FAHUTA - Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (Fahutan USU) bersama Energi Mega Persada (EMP) Gebang memperkuat sinergi dalam pelaksanaan program pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan di Ruang Rapat Fakultas Kehutanan USU, Kampus 2 USU Bekala, Deli Serdang, Kamis (17/9/2026).
Pertemuan dihadiri Dekan Fahutan USU Prof. Dr. Arida Susilowati, S.Hut., M.Si., Wakil Dekan III Dr. Anita Zaitunah, Manajer Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Internasionalisasi Dr. Ridahati Rambey, dosen, tenaga kependidikan, serta tim Humas Fahutan USU. Dari EMP Gebang hadir Idham Fahmi, Luthfi Al. Fajar, dan Andi Widi, serta perwakilan Fakultas Pertanian USU.
Dalam diskusi, EMP Gebang memaparkan empat program yang akan dikembangkan bersama, yakni penanaman mangrove dan edukasi lingkungan, patroli perlindungan hutan, program EMP Unggul Maju, serta survei indeks kepuasan masyarakat.
Salah satu agenda utama adalah penanaman 5.000 bibit mangrove jenis Avicennia dan Rhizophora di kawasan SCGD 01. Kegiatan ini akan melibatkan masyarakat dan kelompok tani, dengan dukungan bibit serta ajir dari Desa Bubun. Selain penanaman, kegiatan akan dilengkapi edukasi lingkungan.
Program perlindungan hutan juga akan dilaksanakan melalui patroli di area PPKH EMP Gebang Limited dengan koordinasi bersama KPH I Stabat. Sementara itu, melalui program EMP Unggul Maju, akan dilakukan sosialisasi dan penyerahan bibit sawit secara simbolis kepada masyarakat di Desa Pematang Cengal, yang dilaksanakan bersamaan dengan survei indeks kepuasan masyarakat.
Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk mematangkan pelaksanaan program sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat. Melalui sinergi tersebut, program lingkungan diharapkan dapat berjalan secara partisipatif dan memberikan manfaat nyata bagi kelestarian ekosistem serta masyarakat sekitar.
Kolaborasi Fahutan USU dan EMP Gebang sejalan dengan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 14 (Ekosistem Lautan), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui penanaman mangrove, edukasi lingkungan, dan perlindungan hutan. Sinergi multipihak yang dibangun juga mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) sebagai landasan penting dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.
RAWANTARA Medan Survei Jalur Trekking Arboretum USU, Pastikan Rute Aman untuk Kegiatan Edukasi Alam
BeritaRAWANTARA Medan Audiensi ke Fahutan USU, Siapkan Sekolah Lintas Alam di Arboretum
BeritaFahutan USU - EMP Gebang Sinergikan Program Lingkungan