HUMAS FAHUTA - Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) berkolaborasi dengan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Mangrove USU melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di kawasan Pantai Sejarah, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, pada Minggu, 27 September 2026. Kegiatan yang dirangkaikan dengan International Summer Course ini menjadi bagian dari upaya rehabilitasi ekosistem mangrove sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dan peserta internasional akan pentingnya pelestarian lingkungan pesisir.
Kegiatan tersebut melibatkan peserta dari lima negara, yaitu Indonesia, Thailand, Nigeria, Malaysia, dan Pakistan. Kehadiran peserta lintas negara memperkuat dimensi internasional kegiatan pengabdian, sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman mengenai pengelolaan ekosistem pesisir yang berkelanjutan.
Salah satu kegiatan utama yang dilaksanakan adalah penanaman bibit mangrove di kawasan Pantai Sejarah. Kawasan ini memiliki potensi ekosistem mangrove yang penting bagi lingkungan pesisir. Namun, kerusakan yang ditemukan di sejumlah lokasi menjadi tantangan yang perlu ditangani melalui upaya rehabilitasi dan pengelolaan yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, Fahutan USU bersama PUI Mangrove USU turut mengambil peran dalam mendukung pemulihan kawasan mangrove agar fungsi ekologisnya dapat terjaga.
Selain penanaman bibit, kegiatan pengabdian juga mencakup pendampingan dan penyampaian materi edukasi mengenai lingkungan serta pentingnya menjaga kelestarian ekosistem mangrove. Peserta memperoleh pemahaman mengenai peran mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, melindungi lingkungan, serta mendukung pengembangan potensi ekowisata dan peningkatan ekonomi masyarakat setempat.
Pelestarian mangrove tidak hanya berkaitan dengan perlindungan keanekaragaman hayati, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan kesejahteraan masyarakat pesisir. Ekosistem mangrove yang terjaga dapat menjadi modal penting bagi pengembangan kegiatan ekonomi berbasis lingkungan, termasuk ekowisata, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Melalui kolaborasi antara Fahutan USU dan PUI Mangrove USU, kegiatan ini menegaskan pentingnya sinergi antara pendidikan tinggi, riset, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama internasional dalam menjawab tantangan lingkungan. Rangkaian kegiatan International Summer Course juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi peserta untuk memahami kondisi ekosistem mangrove serta pentingnya tindakan nyata dalam mendukung konservasi dan rehabilitasi lingkungan pesisir.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 13: Penanganan Perubahan Iklim, melalui upaya pemulihan ekosistem pesisir yang berperan dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim; SDGs 14: Ekosistem Lautan, melalui rehabilitasi dan perlindungan ekosistem mangrove; serta SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi akademik dan keterlibatan peserta dari berbagai negara untuk mendukung pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Fahutan USU Fasilitasi Pembagian KTM bagi Mahasiswa Baru 2026/2027
BeritaSekolah Pascasarjana USU Gelar Pelatihan Pemetaan Drone Gelombang V di Kampus 2 Kwala Bekala
BeritaDorong Kompetensi Rimbawan Masa Depan, UKM Rain Forest dan YOSL-OIC Gelar Workshop Drone untuk Pemetaan Hutan