MEDAN – Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menorehkan prestasi di bidang penelitian. Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Sumatera Utara Nomor 3373/UN5.1.R/SK/HK.03/2026 yang ditetapkan pada 18 Juli 2026, sebanyak delapan dosen Fakultas Kehutanan USU berhasil ditetapkan sebagai penerima Pendanaan Penelitian Talenta USU Kelompok Penelitian Reputasi Tahun 2026.

Penerima pendanaan tersebut terdiri atas Prof. Dr. Arida Susilowati, S.Hut., M.Si.; Dr. Ir. Tito Sucipto, S.Hut., M.Si., IPU., ASEAN Eng.; Prof. Dr. Ir. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si., IPU.; Dr. Agr. Faujiah Nurhasanah Ritonga, S.Hut., M.Si.; Prof. Ir. Rahmawaty, S.Hut., M.Si., Ph.D., IPU.; Prof. Dr. Budi Utomo, S.P., M.P.; Prof. Dr. Apri Heri Iswanto, S.Hut., M.Si.; serta Dr. Ridwanti Batubara, S.Hut., M.P.

Pendanaan Penelitian Talenta USU merupakan program yang diselenggarakan Universitas Sumatera Utara untuk mendukung pengembangan riset unggulan dan meningkatkan kualitas penelitian dosen yang memiliki rekam jejak akademik serta reputasi keilmuan. Melalui program ini, para peneliti diharapkan mampu menghasilkan inovasi, publikasi ilmiah bereputasi, serta luaran penelitian yang memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian berbagai tantangan pembangunan.

Keberhasilan delapan dosen Fakultas Kehutanan USU memperoleh pendanaan tersebut menjadi bukti komitmen fakultas dalam memperkuat budaya riset yang berkualitas, inovatif, dan berdampak. Capaian ini juga mencerminkan konsistensi Fakultas Kehutanan USU dalam mendorong dosen untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya berkontribusi pada kemajuan akademik, tetapi juga memberikan solusi bagi pengelolaan sumber daya alam dan kehutanan yang berkelanjutan.

Pencapaian ini sejalan dengan komitmen Fakultas Kehutanan USU dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penguatan inovasi dan penelitian, SDG 15 (Life on Land) melalui pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kehutanan dan konservasi ekosistem daratan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan ekosistem riset dan kolaborasi akademik untuk menghasilkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.