HUMAS FAHUTAN - Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr. Arida Susilowati, S.Hut., M.Si., didampingi Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Internasionalisasi, menghadiri kegiatan Diskusi Program Riset Inovasi Strategis-Universitas bersama Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sabtu (24/10/2026), di Gedung Rektorat USU, Medan.

Diskusi menghadirkan Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., sebagai narasumber yang memaparkan berbagai perspektif mengenai penguatan riset dan inovasi perguruan tinggi dalam menghadapi perkembangan teknologi. Materi yang dibahas mencakup pemetaan teknologi, pilar industri dalam membangun ekosistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta pentingnya menjadikan riset universitas sebagai solusi nyata bagi berbagai kebutuhan masyarakat.

Salah satu fokus diskusi adalah penguatan kapasitas dalam bidang AI melalui tiga aspek utama, yaitu pemahaman, penggunaan, dan pengembangan teknologi. Ketiga aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem inovasi yang adaptif, sekaligus mendorong perguruan tinggi agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan memanfaatkannya secara strategis.

Bagi Fakultas Kehutanan USU, diskusi ini menjadi ruang untuk memperluas wawasan mengenai arah pengembangan riset dan inovasi, termasuk peluang pemanfaatan teknologi dalam mendukung pengelolaan hutan dan sumber daya alam secara berkelanjutan. Integrasi riset, inovasi, dan teknologi diharapkan dapat memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan lingkungan serta kebutuhan pembangunan.

Keikutsertaan Fakultas Kehutanan USU dalam kegiatan ini sejalan dengan komitmen untuk mendorong riset yang relevan, kolaboratif, dan berdampak. Upaya tersebut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan kapasitas riset dan inovasi, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional.