HUMAS FAHUTAN USU - Kekayaan alam Indonesia tidak hanya menjadi bagian dari identitas nasional, tetapi juga memiliki nilai penting dalam percakapan global mengenai lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Perspektif tersebut turut dibawa Prof. Rahmawaty, S.Hut., M.Si., Ph.D., Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU), dalam kiprahnya di Norwegia.

Kehadiran Prof. Rahmawaty menjadi bagian dari upaya memperluas ruang dialog akademik sekaligus memperkenalkan Indonesia dari perspektif daerah. Sumatera Utara, dengan kekayaan hutan, keanekaragaman hayati, dan sumber daya alamnya, menjadi salah satu konteks penting dalam memperlihatkan bagaimana potensi lingkungan Indonesia dapat dipahami dalam perspektif global.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Rahmawaty turut memperkenalkan Universitas Sumatera Utara sebagai salah satu perguruan tinggi Indonesia yang memiliki perhatian kuat terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam pengelolaan sumber daya hutan, lahan, dan lingkungan. Bidang keilmuan tersebut sejalan dengan kiprahnya sebagai akademisi dan peneliti di Fakultas Kehutanan USU.

Bagi Prof. Rahmawaty, ruang internasional tidak hanya menjadi tempat untuk memperkenalkan institusi dan daerah asal, tetapi juga membuka kesempatan untuk mempertemukan gagasan dari berbagai negara. Pertukaran perspektif tersebut penting, terutama ketika isu kehutanan dan lingkungan semakin berkaitan erat dengan perubahan iklim, konservasi keanekaragaman hayati, ketahanan lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat.

Pengalaman tersebut sekaligus memperlihatkan peran strategis akademisi dalam membangun jembatan pengetahuan antara Indonesia dan komunitas internasional. Melalui pendidikan, penelitian, serta jejaring akademik, hasil pemikiran dan pengalaman dari wilayah tropis seperti Sumatera Utara dapat turut hadir dalam diskusi global mengenai masa depan lingkungan.

Sebagai Guru Besar Fakultas Kehutanan USU, Prof. Rahmawaty aktif dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai kegiatan profesional. Rekam jejak penelitiannya mencakup isu pengelolaan sumber daya hutan dan lahan, lingkungan, konservasi, hingga pengembangan pendekatan berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam.

Kehadiran akademisi USU di forum internasional seperti ini juga memperkuat langkah Fakultas Kehutanan USU dalam membangun jejaring dan memperluas kontribusi keilmuan pada tingkat global. Di tengah meningkatnya kebutuhan akan kolaborasi lintas negara dalam menghadapi persoalan lingkungan, jejaring akademik menjadi salah satu fondasi penting untuk menghasilkan pengetahuan dan solusi yang lebih kontekstual serta berdampak.

Lebih dari sekadar memperkenalkan Indonesia, Sumatera Utara, dan USU, kiprah Prof. Rahmawaty di Norwegia menjadi representasi bahwa pengetahuan yang lahir dari daerah memiliki ruang untuk berkontribusi dalam percakapan dunia. Dari hutan-hutan Sumatera hingga forum internasional, perspektif Indonesia terus dibawa untuk memperkaya diskusi tentang keberlanjutan dan masa depan lingkungan.

Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Penguatan jejaring akademik internasional menjadi langkah penting dalam mempertemukan pengetahuan, pengalaman, dan kolaborasi lintas negara untuk mendorong pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang.